Jumat, 28 November 2014

AMDAL LINTAS BATAS NEGARA



 

ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN (AMDAL) LINTAS BATAS NEGARA DAN SUMBER HUKUM INTERNASIONAL

Suatu Deskripsi Singkat Dalam Perspektif Hukum Lingkungan Internasional

 

Oleh :

Andreas Pramudianto, SH,MSi

andreas.pramudianto@gmail.com

 

Peneliti

Pusat Penelitian Sumberdaya Manusia dan Lingkungan, Program Pascasarjana Universitas Indonesia.

(PPSML PPs-UI)

 

 

ABSTRAK

 

Mahkamah Internasional (International Court of Justice) pada tahun 2010 telah menerima kasus hukum antara Uruguay dengan Argentina terkait sengketa pembangunan pabrik pulp di Sungai Uruguay. Menariknya kasus hukum ini menyinggung persoalan Environmental Impact Assessment (EIA) atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang berhubungan dengan negara lain atau AMDAL Lintas Batas Negara (transboundary environmental impact assessment). AMDAL yang pada mulanya hanya merupakan salah satu ketentuan dalam perangkat hukum nasional kemudian berkembang dalam hukum internasional yang kemudian mempengaruhi perkembangan hukum lingkungan internasional. Tulisan ini akan mengkaji sumber hukum internasional yang mempengaruhi perkembangan perangkat AMDAL Lintas Batas Negara saat ini. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui perkembangan perangkat AMDAL Lintas Batas Negara khususnya pendayagunaan perangkat AMDAL yang telah diakui sebagai kebiasaan internasional. Selain merupakan salah satu prinsip hukum lingkungan internasional juga tercantum dalam hard law dan soft law, pendapat para ahli hukum atau doktrin melalui karya ilmiah yang telah mengakui perangkat AMDAL lintas batas negara. Bahkan beberapa perkara yang diajukan ke Mahkamah Internasional maupun peradilan internasional lainnya telah menyinggung AMDAL Lintas Batas Negara sebagai norma hukum internasional yang diakui. Tulisan ini juga akan melihat sumber-sumber hukum internasional lainnya seperti jus cogen, model law dan keputusan badan-badan internsional yang mengintegrasikan AMDAL Lintas Batas Negara.

 

Key words : AMDAL Lintas Batas Negara, Sumber Hukum Internasional, Hukum Lingkungan Internasional.

 

 

*) Makalah ini disampaikan pada Seminar Nasional dan Konferensi Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) ke-22 tanggal 18-21 November di Surabaya, Jawa Timur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar